November 13, 2016

Wisata di Primadona Sulawesi Selatan Tana Toraja

Wisata di Primadona Sulawesi Selatan Tana Toraja

Sebagian besar destinasi wisata di Tana Toraja memang berupa makam para bangsawan yang unik dan sudah berusia ratusan tahun. Rasanya, perjalanan seperti ini benar-benar butuh perjuangan yang tidak sedikit, ditambah kondisi tubuh yang fit, dan tidak ketinggalan juga adalah tekad dan keberanian anda.
Jika anda pikir kunjungan ini (kurang lebih) mirip seperti adegan uji nyali. Hm, tidak juga, jika anda datang secara berkelompok dalam jumlah besar dan di waktu-waktu yang tepat serta dengan cara-cara yang telah disarankan, anda justru akan merasa setengah dari rasa takut anda baru saja terhapus dan berubah menjadi kompetisi berburu objek foto terunik sedunia  .
Tapi jika anda terlanjur datang sendirian, setidaknya anda patut berbangga diri karena baru saja berhasil melawan rasa takut anda. Lagipula, keistimewaan dan aspek sejarah yang terkandung di dalamnya bisa meningkatkan wawasan anda bukan?
Pala Tokke
Wisata di Primadona Sulawesi Selatan Tana TorajaSitus ini merupakan tempat pemakaman yang tidak umum, dimana peti mati menggantung pada tebing yang tinggi menyerupai rak yang terpancang pada dinding bukit.
Situs ini terletak si Desa La’bo’, sekitar 7 km arah tenggara dari kota Rantepao. Akses menuju situs ini cukup sulit. Medan yang dilalui tak semudah yang dibayangkan. Anda harus melewati jalan kecil, pematang sawah, pemukiman warga, juga hutan kecil yang rimbun.
Meski makam gantung ini tak semegah ‘kawan-kawannya’ tapi cerita masa lalunya adalah poin plus yang membuat para petualang sejati rela mengarungi medan yang rumit demi memuaskan rasa penasarnnya.
Menurut sumber, penamaan daerah ini diambil dari nama seorang pria. Dalam sejarahnya, diceritakan bahwa dahulu ada seorang pria yang memiliki kesaktian, Pala’ Tokke namanya. Dengan kesaktiannya ini ia memanjat tebing dengan cara merangkak lalu membuat lubang pada tebing lalu menancapkan kayu-kayu untuk digunakan sebagai penahan erong (peti mayat purba).
Nah, untuk mengenang jasanya, masyarakat setempat kemudian menggunakan nama Pala’ Tokke sebagai nama daerah ini.
Bisa anda bayangkan bagaimana rumitnya melubangi tebing dengan ketinggian seperti itu lalu menancapkan kayu kedalamnya sebagai dasar untuk menahan peti mati. Luar biasa!
Londa
Wisata di Primadona Sulawesi Selatan Tana TorajaKembali ke jalan poros Rantepao-Makale dan melanjutkan perjalanan menuju Londa…
Ini adalah situs makam pada dinding tebing dan gua dilengkapi dengan panggung yang berisi tau-tau (patung-patung).
Di sini terdapat dua metode penguburan. Orang-orang dari kalangan biasa ditempatkan di gua-gua dan celah-celah kaki bukit, sedangkan orang-orang yang berdarah bangsawan di tempatkan di ruangan yang paling tinggi, biasanya di dinding tebing kapur dengan ketinggian hingga 50-80 meter. Intinya, semakin tinggi status almarhum, maka semakin tinggi pula ruangan tempat ia dimakamkan.
Tau-tau sendiri adalah replika dari orang-orang yang dimakamkan di tempat itu yang ditempatkan di atas panggung menghadap ke pemandangan. Namun, tidak semua dari mereka memiliki replika, hanya mereka yang berasal dari kaum bangsawan dan sudah mengorbankan beberapa binatang persembahan yang boleh dibuatkan replikanya.
Wisata di Primadona Sulawesi Selatan Tana TorajaDi sekitar barisan tau-tau, tampak peti-peti mati (erong) yang disangga oleh kayu. Peti mati (erong) tersebut adalah peti mati kaum bangsawan atau yang kedudukannya terhormat.
Selain peti mati, anda juga akan menemukan beberapa barang/benda-benda yang merupakan benda kesayangan almarhum sewaktu mereka masih hidup. Jadi tidak heran jika anda akan melihat berbagai macam pernak-pernik tersebar di sepanjang penjelajahan anda. Ingat, ini bukan souvenir! Belilah souvenir pada tempat yang sudah disediakan.
Objek wisata ini terletak sekitar 7 km arah selatan dari kota Rantepao, tepatnya di Desa Sandan Uai, kecamatan Sanggalangi.
Jalan masuk menuju Londa sudah cukup baik ditemani dengan panorama alam yang sejuk dan rindang. Tampak tebing curam menjulang dari jauh ditumbuhi lumut yang menambah kesan antik dan sakralnya tempat ini.
Bahkan, sebelum memasuki situs ini, para guide biasanya akan menganjurkan wisatawannya untuk meminta izin terlebih dahulu dengan membawa pinang, sirih, atau kembang.
Begitu anda sampai di lokasi utama anda akan melihat mulut goa di bawah tebing. Kabarnya, kedalaman gua ini mencapai 1000 meter. Setiap lorong goa memiliki tinggi yang berbeda-beda, bahkan ada mulut lorong yang membuat anda harus membungkuk untuk mendapatkan pemandangan di dalam ruangan tersebut.
Wisata di Primadona Sulawesi Selatan Tana TorajaSuasana goa cukup terjal dan gelap. Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi tengkorak dan tulang belulang yang berserakan, sesekali anda juga akan menemukan peti yang masih baru dengan warna-warna cerah terselip di antara ceruk goa, beberapa diantaranya juga sudah lapuk dan membuat isinya berserakan (Ingat! Jangan sampai anda menginjak, mengambil, atau memindahkannya).
Di goa ini juga terdapat dua buah tengkorak yang disandingkan bersama dalam satu ceruk. Menurut cerita, mereka ini adalah sepasang kekasih yang bunuh diri karena cinta mereka yang tidak mendapat restu dari orangtua.
Kisah ini jadi mengingatkan saya dengan kisah cinta yang mengharukan antara Romeo dan Juliet… 
Ah ya, di situs makam purba ini juga terdapat “Benteng Pertahanan” yang terletak di atas punggung goa ini, namanya Patabang Bunga Tarangenge. Jangan sampai anda melewatkannya.
Wisata di Primadona Sulawesi Selatan Tana Toraja
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

silahkan tulis komen anda, mohon gunakan bahasa yang baik dan sopan