November 13, 2016

Menikmati Pesona Puing Bersejarah dan Keindahan Gunung Puntang

Menikmati Pesona Puing Bersejarah dan Keindahan Gunung Puntang

Cerita perjalanan tentang Bandung takkan ada habisnya, mulai dari gunung, kota-kota, jalan-jalan yang bersejarah hingga kampung-kampung adat yang tidak berhenti membuat kita berdecak kagum nan terpesona. Kali ini kita melangkah ke gunung yang memiliki sejarah yang menakjubkan, gunung yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Malabar, dialah Gunung Puntang.
Di kawasan ini anda akan dimanjakan oleh belaian udara sejuk dari pegunungan, indahnya matahari terbenam di kaki gunung, lahan perkemahan, aliran sungai yang jernih dan tidak curam, dan segala hal yang membuat anda akan merasa damai disini.
Gunung Puntang terletak di kawasan Bandung Selatan dengan ketinggian 1300 di atas permukaan laut. Anda dapat menempuhnya dengan berkendara selama kurang lebih 2 jam dari Bandung, dan selama perjalanan anda akan dihibur oleh jajaran pepohonan dan pemandangan langit yang menyatu dengan hutan. Sempurna.
Begitu anda tiba di lokasi anda akan menemukan dua gerbang yang menuju ke tempat wisata yang berbeda. Yang satu untuk mencoba Taman Bugenvill dan yang kedua adalah Wana Wisata Gunung Puntang.
Menurut sejarah, di tengah hutan Gunung Puntang ini dulunya ada sebuah bangunan milik pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1919 pemerintah kolonial Belanda membangun stasiun pemancar radio di tempat ini, lalu pada tahun 1923 lokasi ini menjadi terkenal di dunia karena adanya stasiun rasio Malabar ini, yang konon katanya merupakan stasiun radio terbesar pertama di Asia.
Menikmati Pesona Puing Bersejarah dan Keindahan Gunung PuntangStasiun pemancar tersebut sengaja dibangun untuk mendukung komunikasi mereka dengan negri asalnya yang terletak 1200 kilometer jauhnya dari lokasi berdirinya gedung tersebut. Gedung stasiun tersebut adalah murni sebagai pemancar saja, sedangkan penerimanya terletak di Padalarang yang berjarak 15 kilometer dari lokasi dan Rancaekek yang berjarak 18 kilometer dari lokasi pemancar.
Yang membuat takjub adalah, Belanda membangun PLTA di Dago, PLTU di Dayeuh kolot, dan PLTA di Pangalengan, lengkap dengan jaringan distribusinya hanya demi pemenuhan kebutuhan pemancar. PLTA dan PLTU tersebut sengaja dibangun karena mereka menganggap teknologi yang mereka gunakan masih boros energi. Wah..!!! Sulit membayangkan bagaimana mereka membangun semuanya dengan teknologi yang tersedia pada zaman itu.
Namun, keindahan bangunan tersebut kini tinggal puing-puing dan satu hal yang menjadi daya tarik dari puing-puing tersebut adalah adanya kolam yang dulunya dijadikan sebagai penghias di area sekitar pemancar. Masyarakat setempat menyebutnya ‘kolam cinta’, entah siapa yang memberi nama tersebut pada kolam ini dan dari mana asal muasal nama ini belum diketahui secara pasti.
Namun, satu hal yang anda harus ketahui, banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat tentang kolam tersebut, tentang percaya atau tidak itu semua tergantung pada anda. Banyak orang yang percaya bahwa siapapun yang datang ke kolam ini bersama pasangannya, maka hubungan mereka akan langgeng. Jadi, jangan heran jika anda akan menemukan sejumlah pasangan muda-mudi yang bertandang ke kolam tersebut sembari bersenda gurau dan bermain air. Hanya saja, sangat disayangkan wisata bersejarah ini tampak tidak terawat dengan baik.
Menikmati Pesona Puing Bersejarah dan Keindahan Gunung PuntangAda lagi yang menarik disini, yakni sebuah gua yang katanya terhubung menuju Curug Siliwangi yang jauhnya mencapai 1 kilometer. Gua ini gelap, becek, dan masih dihuni oleh fauna asli gua seperti ular dan kelelawar. Curug Siliwangi adalah sebuah air terjun dengan ketinggian mencapai 100 meter yang juga sarat akan cerita rakyat yang menakjubkan. Untuk mencapainya kita harus menembus hutan, dan bagi anda yang ingin kesana sebaiknya ditemani oleh seorang pemandu agar tidak salah arah.
Selain wisata Gunung Puntang ada juga Taman Bougenville, seperti yang saya katakan tadi bahwa di bagian depan terdapat dua gerbang masuk menuju lokasi yang berbeda. Lokasi rekreasi yang satu ini dialiri beberapa stream sungai kecil yang jernih dan kolam renang yang ada di tempat ini mendapat suplai air secara langsung dari mata air yang mengalir terus menerus.
Taman Bougenville adalah fasilitas rekreasi yang menyediakan 3 villa dan 2 kolam renang serta fasilitas lainnya yang mendukung kunjungan anda ke tempat wisata yang bersejarah ini.
Harga tiket masuk adalah Rp. 4.000,- per orang, Rp. 5.000,- untuk yang ingin berkemah, dan biaya parkir berkisar antara Rp. 2.000,- hingga Rp. 10.000,-. Untuk penyewaan pondok-pondok tradisional, Rp.150.000 untuk hari-hari biasa dan Rp. 200.000,- untuk akhir pekan.
Bagaiamana? Anda pasti sudah tidak sabar mencoba petualangan yang satu ini bukan?
Menikmati Pesona Puing Bersejarah dan Keindahan Gunung Puntang
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

silahkan tulis komen anda, mohon gunakan bahasa yang baik dan sopan